Indogamers.com – Kehadiran wujud Super Saiyan God (SSG) dalam film Dragon Ball Z: Battle of Gods benar-benar telah mengubah segalanya bagi Goku dan kawan-kawan. Untuk pertama kalinya sejak awal Cell Saga, Goku kembali dinobatkan sebagai Z-Fighter terkuat yang tak tertandingi.
Lebih dari sekadar peningkatan daya hancur, akses menuju God Ki (Ki Dewa) ini membuka mata Goku bahwa masih banyak puncak kekuatan baru yang bisa ia capai di seluruh multiverse. Wujud berambut merah ikonik ini membuktikan bahwa batas kekuatan ras Saiyan masih jauh dari kata selesai.
Namun, tahukah kamu kalau sepanjang kelanjutan seri Dragon Ball Super, game, hingga atraksi spesial, wujud dewa ini memiliki banyak variasi? Yuk, kita bedah kurasi 8 varian wujud Super Saiyan God terkuat yang ada di jagat Dragon Ball versi Indogamers!
Varian ini merupakan tingkatan paling dasar saat seorang Saiyan mulai beradaptasi dengan energi para dewa. Karena Goku mengaktifkan wujud dewa melalui ritual buatan, akses kekuatan tersebut awalnya hanya bersifat sementara dan sempat habis di tengah duel melawan Beerus.
Namun, tubuh Goku berhasil menyerap dan beradaptasi dengan baik. God's Crimson Radiance adalah kondisi di mana pengguna mampu mengalirkan sebagian kecil energi alami dewa langsung ke dalam wujud Super Saiyan biasa. Secara teknis, setiap kali Goku menggunakan wujud Super Saiyan 1 setelah peristiwa Battle of Gods, ia sedang mengakses pasokan energi dari wujud ini.
Sesuai namanya, ini adalah wujud awal yang dipicu dengan mengumpulkan enam Saiyan berhati suci, di mana lima di antaranya mengalirkan energi mereka ke Saiyan keenam. Wujud ritual ini dialami oleh sosok legendaris Yamoshi di masa lalu, serta Goku saat pertama kali menantang Dewa Penghancur.
Karena dipicu oleh faktor eksternal, Ritual Super Saiyan God memiliki batasan waktu (time limit) dan akan menguras stamina jika digunakan bertarung terlalu lama. Wujud ini merupakan gerbang pembuka. Begitu seorang Saiyan berhasil menguasai God Ki dalam status normal (base state) mereka, mereka bisa memicu wujud dewa yang jauh lebih stabil secara mandiri tanpa perlu bantuan ritual lagi.
Saiyan Beyond God merupakan sebuah cabang kekuatan yang memungkinkan penggunanya untuk mengerahkan seluruh daya hancur Super Saiyan God tanpa perlu mengubah penampilan fisik mereka secara drastis. Wujud ini memiliki ciri khas aura berwarna putih yang pekat.
Perlu dicatat, varian ini hanya dianggap resmi (canon) dalam film layar lebar Dragon Ball Z dan sempat mengalami perubahan cerita (retcon) di versi anime serta manga Dragon Ball Super. Melalui latihan keras di planet Whis, Goku dan Vegeta menyerap potensi laten SSG ke dalam wujud dasar mereka, sehingga level kekuatan normal mereka meningkat berkali-kali lipat.
Ini adalah wujud Super Saiyan God yang sesungguhnya, di mana seorang Saiyan mampu bertransformasi sesuka hati secara mandiri. Vegeta adalah contoh terbaik, di mana sang Pangeran Saiyan berhasil membangkitkan wujud ini murni melalui latihan fisik super ekstrem di planet Beerus tanpa bantuan ritual sama sekali.
Kelebihan utama dari SSG yang telah dikuasai ini adalah tingkat stabilitas Ki yang luar biasa tinggi jika dibandingkan dengan Super Saiyan Blue (SSB). Dalam versi manga, wujud SSB sangat boros stamina dan bisa menurunkan daya tempur hingga 80% jika dipicu sembarangan. Oleh karena itu, SSG versi ini sering digunakan sebagai batu pijakan taktis mirip Kaioken sebelum memberikan kejutan serangan instan menggunakan wujud Blue.
Varian yang satu ini lahir dari lini masa alternatif yang fiktif dalam game Dragon Ball Xenoverse 2. Ultra Supervillain sendiri merupakan sebuah wujud kegelapan ciptaan karakter Fu yang digunakan untuk meracuni pikiran dan mengendalikan para petarung kuat.
Dalam lini masa tersebut, Fu menginfeksi Vegeta yang sedang menggunakan wujud dewa, mengubahnya menjadi Ultra Supervillain Super Saiyan God. Wujud ini memiliki pancaran aura berwarna ungu gelap yang sekilas mirip dengan wujud Ultra Ego. Peningkatan kekuatan dari mode kegelapan ini sangat masif, bahkan membuat Vegeta mampu menguasai wujud Super Saiyan Blue jauh lebih cepat daripada lini masa utamanya.
Masih dari dunia game, Dark Ki diperkenalkan dalam game Dragon Ball Legends sebagai jenis energi negatif yang bisa merusak jiwa penggunanya secara total. Wujud ini diakses oleh Giblet, saudara kembar dari Shallot yang merupakan seorang Saiyan Kuno berkekuatan dahsyat.
Setelah sempat terinfeksi, Giblet secara mengejutkan mampu menjinakkan energi hitam tersebut dan menggabungkannya dengan wujud dewa hingga melahirkan Dark Super Saiyan God. Kekuatannya terbukti sangat mengerikan, mampu bertarung seimbang melawan Goku Super Saiyan Blue Kaioken x20. Namun, wujud ini memberikan beban fisik (strain) yang sangat berat dan bisa merusak tubuh penggunanya jika dipaksakan.
Wujud yang satu ini menjadi sajian utama dalam atraksi bioskop 4D khusus berjudul Dragon Ball Z: The Real 4-D at Super Tenkaichi Budokai di Universal Studios Japan. Membawa karakter Broly versi klasik, tidak pernah dijelaskan secara rinci bagaimana raksasa legendaris ini bisa mendapatkan akses energi dewa.
God Broly merupakan hibrida mengerikan yang mencampurkan wujud Legendary Super Saiyan milik Broly dengan God Ki. Kekuatannya berada di luar nalar, bahkan mampu membuat Goku dan Vegeta dalam mode Super Saiyan Blue babak belur secara bersamaan. Broly versi ini diperkirakan jauh lebih kuat daripada Goku saat awal Tournament of Power, meskipun secara teori tetap bisa diatasi oleh mode Ultra Instinct Sign.
Memasuki urutan puncak, kita kedatangan varian resmi terkuat yang muncul dalam komik pada babak Granolah the Survivor Saga. Dalam pertempuran sengit tersebut, Goku mulai memahami cara mengalirkan ketenangan Ultra Instinct (UI) ke dalam berbagai wujud transformasi Super Saiyan miliknya.
Dengan menenangkan saraf dan emosinya, Goku berhasil memicu Ultra Instinct secara bersamaan saat berada dalam wujud Super Saiyan God. Wujud kombinasi True Ultra Instinct Super Saiyan God ini membuat Goku mendapatkan dua kali lipat peningkatan kekuatan. Hasilnya, Goku mampu menahan serangan fatal Granolah yang seharusnya bisa membunuhnya seketika, serta mampu bergerak dan menghindar lebih cepat dari kecepatan cahaya.
Deretan variasi wujud Super Saiyan God di atas membuktikan bahwa kreativitas dalam dunia Dragon Ball tidak pernah ada habisnya. Dari yang awalnya hanya bisa diakses lewat bantuan ritual suci, kini energi dewa tersebut telah berkembang menjadi generator kekuatan yang bisa dikombinasikan dengan teknik tingkat tinggi seperti Ultra Instinct maupun energi kegelapan di luar cerita utama (non-canon). Evolusi ini memastikan bahwa ras Saiyan akan selalu punya cara untuk melampaui batas kekuatan mereka.
Dari 8 varian wujud dewa berambut merah di atas, mana nih yang menurutmu punya desain aura paling keren dan instingtif?***