Indogamers.com – Halo para gamers! Ada kejutan super besar yang baru saja mengguncang jagat industri game lewat panggung PlayStation State of Play Juni 2026. Selama 21 tahun sejarah waralaba God of War, kita selalu identik dengan sosok Kratos yang sangar dan penuh amarah.
Namun, Santa Monica Studio baru saja mengambil langkah super berani dengan mengumumkan seri utama (mainline) terbaru mereka yang berjudul God of War: Laufey.
Yup, kamu nggak salah baca! Di game terbaru ini, posisi Kratos sebagai protagonis utama bakal digantikan oleh mendiang istrinya sendiri sekaligus ibu dari Atreus, yaitu Laufey alias Faye (diisi suara oleh aktris Deborah Ann Woll).
Game ini berlatar tepat setelah upacara pemakaman Faye yang menjadi pembuka di game God of War (2018). Bukannya beristirahat dengan tenang, Faye justru terbangun di sebuah dimensi baka yang sangat asing dan berbahaya.
Biar nggak makin penasaran dengan perubahan radikal ini, yuk langsung saja kita bedah listing fakta penting dan detail gameplay dari God of War: Laufey!
Cerita game ini berfokus pada perjalanan Faye setelah tubuh fannya dibakar di awal game versi 2018. Alih-alih lenyap, ia justru terbangun secara misterius di sebuah alam baka khusus para dewa yang bernama Everywhen.
Di tempat ini, takdir mempertemukannya dengan berbagai dewa kejam dari bermacam-macam mitologi dunia yang saling berebut kekuasaan dan sihir terlarang, seperti dewi singa Mesir Sekhmet hingga dewa perang Mongolia Begtse.
Saat menyadari bahwa rencana rahasia yang ia siapkan untuk melindungi Kratos dan Atreus di dunia fana terancam hancur oleh konspirasi di Everywhen, raksasa Jötunn ini pun tidak punya pilihan lain selain mengangkat senjatanya kembali demi melindungi keluarganya tercinta.
Kalau kamu terbiasa dengan gaya bertarung Kratos yang cenderung berat, bertenaga, dan menapak tanah di era Norse, gaya bertarung Faye dijamin akan terasa sangat menyegarkan. Gaya bertarung Faye terasa jauh lebih cepat, lincah, dan akrobatik, bahkan disebut-sebut membawa kembali nuansa era Yunani klasik layaknya game Devil May Cry atau Bayonetta.
Melalui cuplikan perdana yang dirilis, tim pengembang menekankan bahwa mereka ingin memberikan pengalaman yang baru namun tetap mempertahankan identitas serinya. Salah satu mekanik gameplay yang paling disorot adalah kembalinya tombol lompat penuh (jump) dan fitur Air Combo (serangan udara beruntun) yang sempat absen sejak God of War III.
Selain menggunakan pedang mistis bernama Rue yang dihiasi jalinan pita ajaib untuk menarik dan menghempaskan musuh di udara, Faye juga dibekali kemampuan manipulasi spiritual yang sangat keren.
Pemain bisa melancarkan mekanik tempur baru, di mana Faye dapat memisahkan jiwa musuh dari tubuh fisiknya. Setelah jiwa tersebut terpisah, kamu bisa langsung menghajarnya secara spiritual untuk memberikan damage instan yang masif, atau melemparkan bagian jiwa tersebut ke arah kumpulan musuh lain sebagai serangan area (AoE).
Bukan God of War namanya kalau bertualang sendirian tanpa ada rekan yang cerewet. Jika Kratos dulu ditemani oleh kepala putus Mimir, perjalanan Faye di Everywhen akan ditemani oleh pendamping yang jauh lebih unik dan absurd.
Ia akan dibantu oleh Phranque (diisi suara oleh aktor Jack Quaid), sesosok makhluk kosmik berbentuk kubus jeli yang sangat cerewet. Selain Phranque, ada juga wujud pelindung hidup dari pedangnya yang berbentuk pita bernama Rue.
Kedua rekan unik ini dipastikan bakal membantu Faye, baik dalam skenario pertempuran maupun saat memecahkan teka-teki selama eksplorasi lintas dunia
Meskipun Santa Monica Studio masih menyimpan rapat-rapat tanggal rilis resminya untuk konsol PlayStation 5, jurnalis game ternama Jason Schreier membocorkan bahwa game ini sudah masuk tahap pengembangan matang dan dirumorkan siap meluncur sekitar tahun 2027. Siap mabar bareng emaknya Atreus, guys?***