Senin, 25 Mei 2026 Update 14:53 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Dugaan Plagiarisme di Balik Serial X-Men House of X

Dugaan Plagiarisme di Balik Serial X-Men House of X
Dugaan Plagiarisme di Balik Serial X-Men House of X Dugaan Plagiarisme di Balik Serial X-Men House of X Dugaan Plagiarisme di Balik Serial X-Men House of X Dugaan Plagiarisme di Balik Serial X-Men House of X Dugaan Plagiarisme di Balik Serial X-Men House of X Dugaan Plagiarisme di Balik Serial X-Men House of X

Rob Liefeld melontarkan tuduhan mengejutkan terkait serial X-Men House of X/Powers of X yang diduga mengalami perubahan plot akibat isu plagiarisme.

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Jagat komik Marvel tengah diguncang pernyataan mengejutkan dari salah satu kreator legendaris Deadpool, Rob Liefeld. Melalui unggahan di media sosial baru-baru ini, Liefeld melontarkan tuduhan bahwa serial komik X-Men yang ikonik, House of X dan Powers of X (2019), mengalami perubahan besar di tengah jalan akibat dugaan plagiarisme.

Liefeld mengklaim bahwa elemen paling menarik dari cerita karya penulis Jonathan Hickman tersebut terpaksa "dikubur" setelah munculnya keberatan hukum terkait kesamaan plot dengan novel karya Claire North berjudul The First Fifteen Lives of Harry August (2014).

Dalam serial House of X/Powers of X, pembaca diperkenalkan pada fakta bahwa Moira MacTaggert, sekutu lama X-Men, ternyata adalah seorang mutan. Kemampuan uniknya memungkinkan ia untuk melakukan reset pada garis waktu setiap kali ia meninggal dan terlahir kembali.

Namun, konsep Moira yang terus mengulang kehidupan dengan membawa memori dari kehidupan sebelumnya ini dinilai memiliki kemiripan mencolok dengan premis novel The First Fifteen Lives of Harry August. Novel tersebut menceritakan tentang Harry August yang selalu kembali ke masa kecilnya dengan pengetahuan dari kehidupan-kehidupan sebelumnya setiap kali ia menemui ajal.

Menurut Liefeld, intervensi hukum memaksa tim kreatif untuk memangkas porsi cerita Moira yang seharusnya menjadi inti dari narasi tersebut. Hal ini menyebabkan perubahan arah cerita yang signifikan:

Perubahan Fokus: Elemen krusial mengenai Moira yang seharusnya menjadi pondasi utama terpaksa dikurangi.

Pergeseran Narasi: Fokus cerita dialihkan ke sisi anti-mutan (Orchis) dan ancaman entitas Mister Sinister yang dikenal sebagai Enigma.

Kematian Hype: Liefeld berpendapat bahwa momentum antusiasme penggemar meredup setelah elemen paling menarik dari Moira "dihilangkan" karena kekhawatiran akan tuntutan hukum.

Hingga saat ini, meskipun tuduhan ini telah beredar sejak masa rilis komik tersebut pada 2019, belum ada langkah hukum formal yang diambil oleh pihak penulis novel. Namun, pengakuan Liefeld kembali menghidupkan spekulasi di kalangan penggemar mengenai "apa yang seharusnya terjadi" jika plot tersebut tidak berubah.

Kontroversi ini menjadi pengingat bagi kita semua, baik sebagai kreator konten maupun penikmat karya digital, mengenai pentingnya integritas dan orisinalitas. Dunia kreatif, mulai dari penulisan komik hingga pengembangan gim, dibangun di atas fondasi ide yang jujur.

Sebagai komunitas gamer dan penikmat budaya populer, mari kita tetap menghargai karya para kreator dengan cara yang sehat. Gunakan teknologi dan platform untuk berdiskusi secara objektif tanpa harus merendahkan pihak tertentu. Jika Anda menemukan karya yang terinspirasi dari karya lain, diskusikanlah dengan sudut pandang yang membangun, bukan dengan kebencian.

Bagaimana pendapat Sobat Indogamers mengenai tuduhan Liefeld ini? Apakah Anda merasa kualitas cerita House of X memang terganggu, atau perubahan plot tersebut justru memberikan dampak positif?***