Indogamers.com - Halo Gamers! Ada kabar super panas nih dari ajang Summer Game Fest 2026. Kamu tahu gak kalau para mantan otak di balik game legendaris sekelas Call of Duty, The Last of Us, dan Uncharted sekarang ngumpul di satu studio baru bernama That’s No Moon? Nah, setelah sekian lama bikin penasaran, mereka akhirnya resmi memamerkan proyek debut mereka yang diberi judul Crossfire!
Bukan sekadar game tembak-tembakan biasa, game ini digadang-gadang bakal membawa perubahan besar dalam genre action-adventure.
Daripada penasaran, yuk kita bedah 5 fakta penting dan menarik seputar game Crossfire yang wajib kamu tahu!
Game ini dikembangkan oleh That’s No Moon, sebuah studio independen AAA yang diisi oleh para veteran industri game yang rekam jejaknya udah gak perlu diragukan lagi. Bayangkan saja, mereka-mereka inilah yang dulu ikut melahirkan narasi epik dan aksi menegangkan di game-game besar Sony (seperti Naughty Dog dan Santa Monica Studio) serta franchise shooter tersukses milik Activision (Call of Duty). Jadi, secara kualitas visual dan cerita, game ini udah punya modal yang kuat banget!
Fakta menariknya, proyek ini didukung penuh oleh Smilegate, kreator di balik franchise Crossfire original tahun 2007 yang dulu meledak banget di Korea Selatan dan China. Meski berada di semesta (universe) yang sama, That's No Moon merombak total vibe-nya. Kalau Crossfire jadul fokus ke kompetitif multiplayer mirip Counter-Strike, game Crossfire baru ini murni menyajikan pengalaman single-player premium yang sangat fokus pada cerita dan narasi sinematik yang mendalam.
Cerita di game ini bakal berpusat pada dua karakter utama, yaitu Layla Qassem (seorang tentara bayaran/gun-for-hire) dan Delroy Cross (seorang operator elit Tier-One). Kisah dimulai saat Layla menjalankan misi pengintaian rahasia di Pegunungan Atlas. Sialnya, misi rutin itu berubah jadi kacau balau dan menjadi ajang bertahan hidup. Mau gak mau, Layla harus bekerja sama dengan Cross orang dari kubu lawan yang paling gak dia percayai. Seperti yang disebutkan dalam sinopsis resminya:
"Tapi kepercayaan bukanlah poin utamanya; yang terpenting adalah bertahan hidup. Terdampar, kedua operator yang bertolak belakang secara ideologi ini harus menyingkirkan perbedaan mereka demi mengatasi ancaman eksistensial di depan mata."
Bosan dengan mekanisme cover-shooter (berlindung di balik tembok) yang itu-itu aja? That's No Moon punya solusinya! Mereka memperkenalkan teknologi baru bernama Adaptive Cover. Lewat fitur ini, pemain gak bakal lagi nemuin pola jadul di mana karakter cuma bisa tiarap di balik kotak statis atau rute berkode cat kuning buatan developer.
Teknologi ini memungkinkan pemain memanfaatkan kontur tanah dan lingkungan terjal secara dinamis untuk mengelabui musuh. Pihak studio menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar pemain bisa menentukan rute taktis mereka sendiri secara alami:
"Kami sangat bersemangat membagikan judul debut kami, sebuah game aksi-petualangan taktis yang digerakkan oleh cerita pemain tunggal dengan sistem perlindungan dan penjelajahan yang mengubah genre bernama Adaptive Cover."
Meskipun That's No Moon masih malu-malu dan merahasiakan tanggal rilis pastinya, mereka sudah memastikan kalau Crossfire akan menjadi game kelas premium. Game ini dikonfirmasi bakal mendarat untuk platform PC (sudah bisa masuk Wishlist di Steam dan Epic Games Store), PlayStation 5, dan Xbox Series X/S.
Gimana, Gamers? Melihat jajaran developernya yang mantan 'anak emas' PlayStation dan CoD, ditambah teknologi barunya, Crossfire sepertinya bakal jadi salah satu game petualangan yang wajib banget masuk radar kamu nih.
Kita tunggu aja gebrakan gameplay selanjutnya dari That's No Moon!***