Indogamers.com - Halo para pencinta jejepangan dan pembaca setia Jujutsu Kaisen! Pertarungan antara Gojo Satoru dan Ryomen Sukuna di Shinjuku Showdown emang udah selesai, tapi obrolannya masih anget banget sampai sekarang. Duel yang dinanti-nanti sejak awal seri ini sukses bikin emosi kita semua diaduk-aduk sampai pusing.
Tapi tahu nggak sih kalian? Ternyata mangaka JJK, Gege Akutami, sempat punya draf dan ide awal yang jauh berbeda dari hasil akhir yang kita baca di manga resmi. Lewat informasi terbaru yang dibagikan (salah satunya dari pameran resmi Jujutsu Kaisen), terkuak beberapa poin penting soal skenario orisinal duel puncak ini.
Yuk, kita bedah bareng-bareng dalam daftar rencana awal Gege Akutami untuk duel Gojo vs Sukuna berikut ini!
Di versi manga yang rilis, setelah Gojo berhasil lepas dari Prison Realm, dia sengaja ngasih waktu satu bulan (sampai tanggal 24 Desember) buat bersiap-siap sekaligus ngasih waktu buat murid-muridnya latihan berat. Nah, rencana awalnya ternyata nggak kayak gitu! Gege sempat berniat langsung mengadu Gojo dan Sukuna begitu Gojo keluar dari segel. Bayangin kalau itu terjadi, tensinya pasti langsung meledak seketika tanpa ada jeda napas!
Gege akhirnya memutuskan buat nambahin timeskip satu bulan karena dia sadar kalau para penyihir jujutsu lainnya bakal ketinggalan jauh kalau langsung bertarung. Jeda waktu ini sengaja dibuat agar karakter seperti Yuji Itadori, Yuta Okkotsu, dan yang lainnya punya kesempatan yang masuk akal untuk melakukan latihan tukar tubuh (menggunakan teknik soul-swapping milik Ui Ui) dan meningkatkan kemampuan mereka sebelum menghadapi tirani Sukuna.
Konsep awal bentrokan Domain Expansion antara Unlimited Void milik Gojo dan Malevolent Shrine kepunyaan Sukuna awalnya dirancang dengan aturan taktis yang lebih rumit. Gege mengaku terus memutar otak untuk menyeimbangkan kekuatan keduanya agar pertarungan bertahap tersebut tetap masuk akal namun tetap terasa epik di mata fans.
Meskipun pada akhirnya kita disuguhkan dengan kematian tragis Gojo lewat tebasan pemotong dunia (World Cutting Slash), dinamika di balik layar ini membuktikan kalau meramu akhir dari dua karakter terkuat itu luar biasa pusingnya. Nggak heran kalau Gege sempat bolak-balik mengubah alur demi memberikan klimaks terbaik bagi seri mega-populer ini.
"Pada dasarnya, penyesuaian alur ini dilakukan agar cerita tidak berjalan terlalu cepat dan memberikan panggung yang adil bagi karakter selain Gojo untuk bersinar di akhir cerita."***