Selasa, 7 Juli 2026 Update 15:49 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Imbas Speedrunner Rampungkan Game Kurang dari 2 Jam, Developer Zoroarts Rugi Puluhan Ribu Salinan

Imbas Speedrunner Rampungkan Game Kurang dari 2 Jam, Developer Zoroarts Rugi Puluhan Ribu Salinan
Imbas Speedrunner Rampungkan Game Kurang dari 2 Jam, Developer Zoroarts Rugi Puluhan Ribu Salinan Imbas Speedrunner Rampungkan Game Kurang dari 2 Jam, Developer Zoroarts Rugi Puluhan Ribu Salinan Imbas Speedrunner Rampungkan Game Kurang dari 2 Jam, Developer Zoroarts Rugi Puluhan Ribu Salinan Imbas Speedrunner Rampungkan Game Kurang dari 2 Jam, Developer Zoroarts Rugi Puluhan Ribu Salinan Imbas Speedrunner Rampungkan Game Kurang dari 2 Jam, Developer Zoroarts Rugi Puluhan Ribu Salinan Imbas Speedrunner Rampungkan Game Kurang dari 2 Jam, Developer Zoroarts Rugi Puluhan Ribu Salinan

Developer game indie Zoroarts mendesak Valve mengubah kebijakan pengembalian dana (refund) Steam setelah game Paddle Paddle Paddle miliknya di-refund massal oleh pemain.

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Developer indie Zoroarts secara terbuka mendesak Valve untuk segera mengevaluasi dan mengubah kebijakan pengembalian dana (refund) di platform Steam. Langkah ini diambil setelah sang pengembang mengeklaim telah kehilangan lebih dari 55.000 salinan game besutannya, Paddle Paddle Paddle, akibat fitur refund massal. Ironisnya, gelombang pengembalian dana ini tetap terjadi meskipun game bertema mendayung tersebut memegang predikat ulasan Sangat Positif (Very Positive) dari para pemain.

Saat ini, game kooperatif yang menantang pemain untuk mendayung solo maupun bersama melewati berbagai rintangan tersebut sedang mendapatkan potongan harga menjadi 3 Dolar AS sebagai bagian dari ajang promosi Steam Summer Sale.

Sebagai informasi, kebijakan Valve saat ini mengizinkan pemain mengajukan refund dalam waktu 14 hari sejak tanggal pembelian, dengan syarat waktu bermain game tersebut belum mencapai dua jam. Aturan ini awalnya dirancang untuk melindungi hak konsumen dari game yang tidak sesuai ekspektasi. Namun bagi Zoroarts, sistem ini justru menjadi celah yang merugikan bagi para pengembang game indie berskala kecil yang durasi permainannya cenderung singkat.

Melalui unggahannya di media sosial X, Zoroarts menyuarakan keresahannya mengenai bagaimana sistem Steam saat ini membuat game dengan durasi pendek menjadi sangat rentan dimanfaatkan secara tidak adil oleh sebagian oknum konsumen.

"Ini seharusnya tidak mungkin terjadi." tulis Zoroarts.

Pihak pengembang sangat menyayangkan tingginya angka pengembalian uang dari para pembeli, padahal kualitas game mereka diakui bagus oleh mayoritas komunitas.

"Akan keren jika Anda akhirnya bisa melakukan sesuatu terhadap kebijakan pengembalian dana Anda. Mendapatkan puluhan ulasan seperti itu dan tingkat pengembalian dana 21% meskipun Ulasannya 90% Sangat Positif. Omong-omong, itu lebih dari 55,000 Pengembalian Dana..." tambahnya.

Dalam penjelasan lanjutan, Zoroarts menerangkan bahwa Paddle Paddle Paddle sebenarnya dirancang untuk diselesaikan dalam waktu sekitar empat jam. Durasi tersebut menggabungkan sekitar 40 menit konten dari demo gratis, ditambah tiga setengah jam konten tambahan pada versi penuh.

Meskipun banyak pemain kasual menghabiskan waktu hingga lima jam atau bahkan 20 jam lebih, para speedrunner serta pemain berpengalaman mampu menamatkannya hanya dalam waktu satu hingga dua jam. Karena tamat sebelum menyentuh batas dua jam, mereka secara legal memenuhi syarat untuk meminta uang mereka kembali dari Steam. Fenomena ini memicu komentar miring dari beberapa pihak.

"Buat Game yang lebih lama dari 2 jam." ungkap salah satu komentar yang diterima oleh sang developer.

Tercatat ada sejumlah ulasan positif yang ditinggalkan oleh pemain, namun diakhiri dengan pengakuan bahwa mereka telah melakukan refund sebelum melewati batas durasi maksimum Steam. Sebagai solusi alternatif, Zoroarts menyarankan agar Steam menampilkan perkiraan waktu penyelesaian game di setiap halaman toko di samping label harga. Hal ini dinilai penting agar pemain dapat menilai sendiri apakah durasi game tersebut sebanding dengan nilai uang yang mereka keluarkan sebelum memutuskan membeli.

Kendati demikian, pihak pengembang juga bersikap objektif dengan mengakui bahwa tidak semua aksi pengembalian dana dipicu oleh faktor durasi permainan yang singkat. Beberapa ulasan negatif lainnya mencantumkan keluhan teknis seperti sistem jaringan daring (netcode) yang tidak stabil, sementara sebagian pemain lainnya memang murni merasa kurang menikmati gaya permainan yang ditawarkan.

Di sisi lain, Valve sendiri saat ini sedang hangat menjadi perbincangan publik global menyusul pengumuman resmi dan pengungkapan harga dari perangkat terbaru mereka, Steam Machine. Pada bulan Juni lalu, perusahaan ini sempat memaparkan alasan teknis mengapa mereka tidak merancang perangkat keras tersebut dengan harga yang lebih murah daripada konsol konvensional pada umumnya.***