Indogamers.com - Kabar duka datang dari industri gaming. Studio legendaris di balik mahakarya Doom, yaitu id Software, baru saja terkena dampak badai PHK masif yang dilakukan oleh Xbox. Kejadian ini terasa makin menyakitkan karena terjadi tepat di momen studio tersebut tengah merilis ekspansi besar untuk Doom: The Dark Ages.
John Romero, sosok pendiri yang namanya tak terpisahkan dari sejarah id Software, akhirnya buka suara. Melalui pesan yang menyentuh, ia mengungkapkan duka mendalam bagi rekan-rekan lamanya yang harus meninggalkan studio tersebut.
Romero sangat memahami betapa beratnya meninggalkan tempat yang telah menjadi bagian dari hidup, pertemanan, dan sejarah karier seseorang. Ia memuji konsistensi id Software yang selama bertahun-tahun tetap mampu menyajikan game seperti Doom, Quake, dan Wolfenstein dengan penuh rasa hormat terhadap warisan aslinya. "Game-game terakhir menunjukkan kepedulian, keahlian, dan rasa hormat yang nyata terhadap apa yang dunia-dunia itu wakili bagi banyak orang," ujarnya.
Di luar rasa simpati, Romero melontarkan peringatan keras di tengah rumor bahwa teknologi id Tech berpotensi punah. Sebagai seseorang yang sangat menghargai sejarah, Romero mengungkapkan bahwa ia secara pribadi telah melestarikan arsip sejarah awal id Software dari tahun 1990 hingga 1996—bahkan aset yang menurutnya sudah tidak dimiliki lagi oleh studio itu sendiri. Ia berharap ada pihak yang sadar betapa krusialnya menjaga kode, aset, dan cerita di balik layar agar sejarah industri gaming tidak hilang begitu saja.
Kondisi ini bukan kali pertama Romero menghadapi masa sulit. Studio miliknya sendiri, Romero Games, sempat mengalami masalah serupa setahun lalu. Namun, di balik itu, ia dan istrinya meyakini bahwa industri game saat ini sedang mengalami "masa kehancuran" (crash) yang jauh lebih parah dan lebih berisiko dibandingkan krisis industri tahun 1980-an silam.
Apa yang terjadi pada id Software adalah pengingat keras bagi kita semua bahwa di balik setiap game AAA yang megah, ada keringat dan sejarah panjang dari orang-orang kreatif yang harus dihargai. Pelestarian sejarah game bukan sekadar urusan teknis, melainkan tentang menghormati warisan budaya digital yang sudah membentuk masa kecil kita semua.
Menurut kalian, seberapa penting bagi studio game besar untuk menjaga warisan aset dan sejarah mereka di tengah gempuran tren industri saat ini? Sampaikan pendapat kalian di kolom komentar dan bagikan artikel ini untuk menyebarkan kepedulian terhadap sejarah gaming.***