Indogamers.com - Sobat gamers, esports kini bukan hanya soal kompetisi untuk menjadi juara. Industri ini juga membuka banyak peluang karier baru, mulai dari shoutcaster, content creator, event organizer, hingga broadcaster.
Hal inilah yang menjadi fokus program American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED), sebuah inisiatif hasil kolaborasi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, PBESI, Yayasan Odong Prestasi Indonesia, dan Akademi Garudaku.
Program yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh bulan ini resmi mencapai puncaknya melalui Babak Final Kejuaraan Nasional Esport Indonesia American Spaces yang digelar di @america, Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa esports dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan keterampilan digital sekaligus mempererat hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Selama penyelenggaraannya, ASIED hadir di tujuh kota, yaitu Padang, Pontianak, Semarang, Yogyakarta, Malang, Makassar, dan Ambon. Program ini berhasil menjangkau lebih dari 1.750 anak muda dan melibatkan lebih dari 50 komunitas esports dari berbagai daerah.
Sebelum mengikuti kompetisi, para peserta terlebih dahulu mendapatkan berbagai pelatihan yang relevan dengan industri esports. Materi yang diberikan meliputi penyelenggaraan turnamen, operasional liga, broadcasting, desain grafis, pembuatan konten, hingga pelatihan menjadi shoutcaster. Setelah itu, peserta mengikuti aktivasi komunitas, kualifikasi regional, hingga akhirnya lolos ke babak final nasional.
Pejabat Urusan Publik Kedutaan Besar AS di Jakarta, Abraham Lee, mengatakan bahwa esports mampu menjadi media yang efektif untuk menghubungkan generasi muda dari berbagai negara.
"Esports telah menjadi wadah yang sangat kuat untuk menghubungkan kaum muda lintas budaya dan benua. Melalui ASIED, kita melihat bagaimana kecintaan terhadap gim mampu membangun persahabatan, mengembangkan keterampilan, serta membuka peluang baru bagi anak muda Indonesia," ujarnya.
Babak final ASIED menghadirkan berbagai kegiatan menarik. Selain pertandingan EA SPORTS FC 26 dan EA SPORTS FC Mobile, acara ini juga menggelar kompetisi Shoutcaster Hunt yang dinilai langsung oleh caster profesional Aqwam dan Sanskuyy.
Nantinya, sobat gamers yang berkunjung akan disuguhkan exhibition match bersama sejumlah content creator serta turnamen komunitas yang membuat suasana semakin meriah.
Tak hanya berisi pertandingan, acara ini juga menghadirkan sesi diskusi "More than a Game" bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf). Dalam sesi tersebut dibahas bagaimana esports kini berkembang menjadi salah satu sektor penting dalam ekonomi kreatif Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, berharap kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat terus diperluas, termasuk melalui pemanfaatan jaringan American Corner di berbagai daerah sebagai ruang kreatif bagi generasi muda.
“Kami berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan Amerika Serikat melalui kehadiran American Corner di setiap Creative Hub di masa depan. Dengan kolaborasi ini, kami yakin akan lebih mudah bagi kami untuk mengaktivasi dan mengoptimalkan fungsi ruang-ruang kreatif tersebut. Kami juga berharap Kedutaan Besar AS dapat membawa lebih banyak pelaku dan subsektor ekonomi kreatif dari Amerika Serikat untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman di Indonesia,” terangnya.
Melalui ASIED, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa esports memiliki potensi yang jauh lebih luas dibanding sekadar kompetisi. Program ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak talenta muda Indonesia yang siap berkarir di industri gaming sekaligus memperkuat ekosistem esports nasional di masa depan.**