Kamis, 9 Juli 2026 Update 12:27 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Main GTA 6 di Australia Wajib Pakai KTP? Ini Faktanya

Main GTA 6 di Australia Wajib Pakai KTP? Ini Faktanya
Main GTA 6 di Australia Wajib Pakai KTP? Ini Faktanya Main GTA 6 di Australia Wajib Pakai KTP? Ini Faktanya Main GTA 6 di Australia Wajib Pakai KTP? Ini Faktanya Main GTA 6 di Australia Wajib Pakai KTP? Ini Faktanya Main GTA 6 di Australia Wajib Pakai KTP? Ini Faktanya Main GTA 6 di Australia Wajib Pakai KTP? Ini Faktanya

Main GTA 6 di Australia wajib pakai KTP/SIM? Simak aturan verifikasi umur ketat dan negara mana saja yang melarang keras game buatan Rockstar ini.

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Siap-siap dibuat kaget bagi kalian yang berencana memainkan GTA 6 di Australia! Menjelang peluncurannya pada 19 November 2026, kabar terbaru menyebutkan bahwa pemain di Negeri Kanguru tersebut mungkin harus melalui prosedur verifikasi umur yang sangat ketat—bahkan sampai harus menyerahkan data identitas asli seperti KTP atau SIM untuk bisa menjalankan misi pertama.

Aturan ini lahir dari undang-undang keselamatan daring baru di Australia yang mulai berlaku sejak Maret lalu. Karena Grand Theft Auto VI diprediksi akan menyandang rating R18+, Rockstar Games mau tidak mau harus memastikan bahwa setiap pemainnya benar-benar orang dewasa. Wah, ribet banget ya?

Berdasarkan laporan News.com.au, demi mematuhi undang-undang keselamatan daring Australia, Rockstar diwajibkan melakukan verifikasi umur secara ketat. Hal ini berarti pemain mungkin diminta mengunggah foto kartu identitas resmi agar bisa mengakses konten game. Jika Rockstar tidak patuh, denda yang menanti tidak main-main, yakni mencapai $49,5 juta atau sekitar Rp780 miliar per pelanggaran!

Kalau di Australia kalian masih bisa main dengan syarat verifikasi ID, di Tajikistan justru beda cerita. Negara tersebut secara resmi melarang keras seluruh franchise Grand Theft Auto. Alasannya? Pemerintah Tajikistan menganggap game ini memicu tindakan kriminal, mulai dari pembunuhan, pencurian, hingga kekerasan. Jadi, jangan harap bisa melihat loading screen GTA di sana!

Tidak hanya Australia dan Tajikistan, politisi di Rusia juga sempat angkat bicara. Mereka meminta Rockstar untuk merilis versi "disensor" atau versi yang lebih "sopan" dari GTA 6. Mereka secara khusus menyoroti beberapa konten bocoran yang dianggap tidak pantas, seperti adanya male strippers.

Tentu saja, aturan ketat seperti di Australia belum diterapkan di Indonesia. Namun, kasus ini menjadi pengingat bagi para gamer tanah air akan pentingnya sistem rating usia (seperti IGRS di Indonesia) agar konten game tetap terjaga sesuai kelompok umurnya. Meski kita di Indonesia masih bisa menikmati game ini dengan lebih fleksibel, verifikasi akun melalui layanan digital store (seperti PlayStation Store atau Steam) mungkin akan tetap menjadi standar utama.

Perjalanan menuju peluncuran GTA 6 memang penuh drama, mulai dari kebocoran besar hingga aturan hukum di berbagai negara. Meskipun bagi pemain Australia hal ini mungkin terasa menyebalkan, aturan ini adalah cerminan bagaimana negara mulai memperketat akses konten dewasa bagi anak di bawah umur.

Kalau menurut kalian, apakah verifikasi KTP/SIM untuk main game adalah langkah yang adil, atau malah terlalu mengekang privasi pemain? Tulis pendapat kalian di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke squad mabar kalian yang sudah tidak sabar menunggu rilis GTA 6.***