Indogamers.com – Jagat sinema pahlawan super kembali diguncang oleh perilisan film terbaru dari DCU (DC Universe). Setelah sukses membuka gerbang lewat film Superman garapan James Gunn musim panas lalu, kini giliran sang sepupu yang mengambil panggung utama. Yap, film Supergirl resmi mengudara di bioskop per hari ini, 26 Juni 2026!
Langkah Peter Safran dan James Gunn menaruh Kara Zor-El di awal lini masa DCU terbilang sangat berani. Karakter ini sebelumnya sempat kurang beruntung lewat film solonya yang gagal total pada tahun 1984, serta hanya tampil sekilas di film The Flash tahun 2023. Namun kali ini, di bawah arahan sutradara Craig Gillespie dan naskah tulisan Ana Nogueira, Supergirl hadir dengan pendekatan yang jauh lebih segar, emosional, dan sedikit lebih liar.
Diadaptasi dari komik mahakarya Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely, film kedua DCU ini menyuguhkan petualangan antargalaksi yang sangat unik. Sambil bersiap mengantre tiket bioskop akhir pekan ini, yuk kita bedah 7 fakta menarik dari film Supergirl yang wajib kamu tahu!
Berbeda dari film pahlawan super konvensional, Supergirl langsung tancap gas dengan mengawinkan dua misi balas dendam sekaligus. Karakter pertama adalah Ruthye Marye Knoll (diperankan oleh Eve Ridley), seorang gadis alien muda yang mencari keadilan setelah seluruh keluarganya dibantai oleh bajak laut kejam bernama Krem of the Seven Hills.
Di sisi lain, kita akan diperkenalkan dengan Kara Zor-El yang sedang merayakan ulang tahun ke-22 dengan melakukan pesta dari satu bar planet ke planet lain bersama anjing supernya, Krypto. Pertemuan tidak sengaja antara Ruthye yang mencari bantuan dan Kara yang dunianya mendadak terusik menjadi pemantik utama petualangan road trip antargalaksi mereka.
Apresiasi tertinggi layak diberikan kepada Milly Alcock yang sukses besar membawakan draf karakter Kara Zor-El dengan sangat solid. Mantan bintang House of the Dragon ini berhasil menampilkan sosok jagoan perempuan yang pemberontak, tangguh, namun memiliki kerapuhan emosional yang mendalam akibat trauma masa lalunya.
Penampilannya memberikan kontras yang sangat menarik jika dibandingkan dengan sepupunya, Superman. Kara di film ini memulai perjalanannya sebagai sosok yang egois dan gemar mabuk-mabukan, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi pahlawan tanpa pamrih yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan sang peliharaan, Krypto.
Meskipun Matthias Schoenaerts sudah berusaha membawakan karakter Krem sebagai penjahat utama, harus diakui penampilannya terasa sedikit datar dan kurang dieksplorasi secara mendalam. Beruntung, draf energi film ini langsung diselamatkan oleh kemunculan Jason Momoa sebagai Lobo.
Pindah haluan dari peran Aquaman, Momoa tampak sangat bersenang-senang dan lepas saat menghidupkan sang antihero antargalaksi ini. Dengan cerutu di mulut, senyum gilanya, dan motor terbang Chopper miliknya, pesona Lobo di film ini benar-benar mencuri perhatian di setiap adegan.
Bagi kamu yang penasaran apakah ada benang merah dengan film pertamanya, jawabannya adalah iya. Superman yang diperankan oleh David Corenswet dipastikan muncul beberapa kali di dalam film ini, baik melalui panggilan video (video call) maupun dalam sekuens emosional menjelang akhir cerita.
Kehadiran Kal-El di sini tidak sampai mengambil alih panggung utama milik Kara. Perannya murni berfungsi sebagai jembatan memori emosional tentang kehancuran planet asal mereka, Krypton, yang dieksplorasi lewat adegan kilas balik (flashback).
Sutradara Craig Gillespie secara terang-terangan memberikan banyak draf penghormatan (homage) pada film-film kultus ternama. Struktur cerita utama film ini terasa seperti gabungan fiksi ilmiah antara pencarian keadilan ala True Grit yang ditabrakkan dengan aksi nekat demi anjing kesayangan layaknya John Wick.
Nuansa film ini juga terasa lebih berani dibandingkan film Superman kemarin, lengkap dengan atmosfer kedai minuman luar angkasa yang sangat mirip dengan bar di waralaba Star Wars.
Selain pengaruh Star Wars, radiasi estetika film Mad Max juga terasa sangat kental di paruh kedua film. Penonton akan disuguhi pertempuran berskala masif yang terjadi di wilayah gurun gersang yang tandus.
Bahkan, ada sub-plot mengenai perdagangan pengantin wanita di luar angkasa yang semakin mempertegas atmosfer distopia ala George Miller. Desain kostum dan kendaraan para bajak laut ruang angkasa di film ini benar-benar memanjakan mata para pencinta genre fiksi ilmiah perkotaan.
Salah satu penulisan skenario yang paling cerdas di film ini adalah bagaimana cara mereka membatasi kekuatan overpowered milik Supergirl agar tensi pertarungan tetap menegangkan.
Kekuatan Kara di dalam film ini dikunci agar bisa naik dan turun (fluctuate) secara dinamis, tergantung pada radiasi dari tiga matahari berbeda di planet yang sedang mereka kunjungi. Mekanik plot ini memaksa Kara untuk tidak hanya mengandalkan otot, melainkan harus menggunakan kecerdikan dan taktik bertahan hidup yang responsif di tengah keterbatasan kekuatannya.
Meskipun pengembangan karakter penjahat utamanya dirasa agak kurang maksimal, Supergirl (2026) tetap sukses berdiri sebagai sebuah film adaptasi komik yang seru, segar, dan penuh emosi. Melalui kisah sederhana tentang seorang gadis yang mencoba menyelamatkan anjingnya, film ini berhasil meletakkan draf fondasi yang sangat kuat bagi masa depan Kara Zor-El di semesta DCU.
Nah, dengan hadirnya nuansa yang lebih kelam dan petualangan luar angkasa yang brutal ini, apakah kamu sudah siap meluncur ke bioskop terdekat untuk melihat aksi gila Jason Momoa dan Milly Alcock minggu ini?***