Sabtu, 25 Juli 2026 Update 18:25 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Pasar Bakal Tumbuh? Bos Ubisoft Dukung Langkah Sony Hapus Kaset Game PlayStation(FOTO: Ubisoft)

Pasar Bakal Tumbuh? Bos Ubisoft Dukung Langkah Sony Hapus Kaset Game PlayStation(FOTO: Ubisoft)
Pasar Bakal Tumbuh? Bos Ubisoft Dukung Langkah Sony Hapus Kaset Game PlayStation(FOTO: Ubisoft) Pasar Bakal Tumbuh? Bos Ubisoft Dukung Langkah Sony Hapus Kaset Game PlayStation(FOTO: Ubisoft) Pasar Bakal Tumbuh? Bos Ubisoft Dukung Langkah Sony Hapus Kaset Game PlayStation(FOTO: Ubisoft) Pasar Bakal Tumbuh? Bos Ubisoft Dukung Langkah Sony Hapus Kaset Game PlayStation(FOTO: Ubisoft) Pasar Bakal Tumbuh? Bos Ubisoft Dukung Langkah Sony Hapus Kaset Game PlayStation(FOTO: Ubisoft) Pasar Bakal Tumbuh? Bos Ubisoft Dukung Langkah Sony Hapus Kaset Game PlayStation(FOTO: Ubisoft)

Pasar Bakal Tumbuh? Bos Ubisoft Dukung Langkah Sony Hapus Kaset Game PlayStationSabtu Jangan Sampai Hangus, Kode Download GTA 6 Versi PS5 Expire Cepat di JepangKratos Resmi Kembali, Sony Umumkan Tanggal Rilis God of War LaufeyTears of Metal: Game Co-op Rogueli...

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com – Keputusan radikal Sony untuk menyudahi era piringan cakram atau kaset fisik pada tahun 2028 mendatang sukses memicu perdebatan panas di seluruh dunia. Gelombang protes, petisi daring, hingga kekhawatiran massal dari para kolektor terus membanjiri lini masa. Banyak yang meramal bahwa ekosistem digital penuh ini akan menjadi lonceng kematian bagi kebebasan pemain dalam membeli dan memiliki game.

Namun, di tengah kepanikan massal tersebut, bos besar dari salah satu penerbit (publisher) raksasa justru melihat badai ini dari sudut pandang yang sangat positif. Co-founder Ubisoft, Yves Guillemot, angkat bicara dan menyatakan bahwa transisi total ke digital ini tidak akan merusak industri. Sebaliknya, langkah berani Sony ini dinilai bisa menjadi katalis baru yang mendorong pertumbuhan pasar secara tak terduga.

Biar kamu paham kenapa bos Assassin's Creed ini malah kegirangan dengan kebijakan baru Sony, yuk kita bedah secara selektif poin-poin analisisnya versi Indogamers!

Dalam panggilan rutin bersama para investor, Yves Guillemot menepis kekhawatiran bahwa hilangnya pasar kaset fisik akan menurunkan minat beli konsumen di luar ekosistem resmi PlayStation Store. Ia menjadikan platform PC sebagai bukti nyata paling sahih.

Pasar PC gaming terbukti berhasil tumbuh raksasa justru setelah mereka sepenuhnya meninggalkan media fisik dan bermigrasi total ke platform digital seperti Steam, Epic Games Store, hingga GOG. Menurutnya, ekosistem digital yang matang justru terbukti mempermudah distribusi dan memperluas jangkauan pasar secara global.

Poin menarik lain yang diangkat oleh Guillemot adalah efisiensi ongkos produksi perangkat keras (hardware). Ketiadaan komponen penggerak cakram (disc drive) pada mesin konsol masa depan dinilai mampu memangkas biaya manufaktur secara signifikan.

Tekanan biaya produksi yang berkurang ini diharapkan berimbas pada harga jual konsol yang jauh lebih terjangkau dan ramah kantong bagi masyarakat luas. Dengan harga mesin yang lebih murah, basis pemain baru diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat, walau harus dibayar dengan hilangnya hak kepemilikan media fisik.

Meskipun analogi pasar PC terdengar sangat menjanjikan, Guillemot juga tidak menampik bahwa ada perbedaan karakter yang sangat kontras antara pemain PC dan konsol. Komunitas konsol secara tradisional memiliki keterikatan emosional yang jauh lebih kuat terhadap media fisik. Oleh karena itu, dampak jangka panjang dari kebijakan radikal ini diakuinya baru akan terlihat jelas setelah masa transisi resmi dimulai pada tahun 2028 nanti.

Bagi komunitas gamer lokal di Indonesia, wacana penghapusan kaset fisik ini menghadirkan tantangan berlapis yang sangat nyata. Karakteristik utama pemain konsol tanah air adalah ketergantungan yang tinggi pada kultur toko gim fisik untuk melakukan aktivitas tukar-tambah atau menjual kembali kaset game yang sudah tamat demi mendapatkan modal membeli judul baru. Pilihan ini dinilai sangat efektif untuk menyiasati harga game baru yang semakin mahal bagi kantong lokal.

Tantangan kedua yang tidak kalah pelik adalah masalah infrastruktur. Kecepatan internet di berbagai daerah di Indonesia belum merata secara optimal. Mengunduh berkas game modern yang ukurannya kini sering menembus ratusan gigabyte tentu membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan hitungan hari bagi sebagian wilayah. Alhasil, hilangnya opsi membeli kaset fisik yang tinggal dimasukkan ke dalam mesin konsol diprediksi akan menjadi benturan budaya yang cukup berat bagi kenyamanan bermain konsumen lokal di tanah air.

Pernyataan optimis dari bos Ubisoft di pertengahan tahun 2026 ini memberikan sudut pandang alternatif bahwa hilangnya piringan fisik tidak selamanya menjadi kabar buruk bagi industri. Jika prediksi mengenai penurunan harga jual konsol terbukti benar dan distribusi digital menjadi lebih efisien, maka wajah industri game pasca-2028 dipastikan akan berubah total.

Nah, melihat argumen bos Ubisoft yang menyebut era serba digital bisa membuat harga konsol lebih murah, apakah kamu setuju dengan hilangnya kaset fisik demi mendapatkan mesin game dengan harga miring? Yuk, tulis opini dan argumen kalian di kolom komentar bawah!