Minggu, 24 Mei 2026 Update 01:26 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Perselisihan Game Berujung Petaka, Siswa SMP Alami Pecah Tengkorak(FOTO: freepik.com)

Perselisihan Game Berujung Petaka, Siswa SMP Alami Pecah Tengkorak(FOTO: freepik.com)
Perselisihan Game Berujung Petaka, Siswa SMP Alami Pecah Tengkorak(FOTO: freepik.com) Perselisihan Game Berujung Petaka, Siswa SMP Alami Pecah Tengkorak(FOTO: freepik.com) Perselisihan Game Berujung Petaka, Siswa SMP Alami Pecah Tengkorak(FOTO: freepik.com) Perselisihan Game Berujung Petaka, Siswa SMP Alami Pecah Tengkorak(FOTO: freepik.com) Perselisihan Game Berujung Petaka, Siswa SMP Alami Pecah Tengkorak(FOTO: freepik.com) Perselisihan Game Berujung Petaka, Siswa SMP Alami Pecah Tengkorak(FOTO: freepik.com)

Perselisihan Game Berujung Petaka, Siswa SMP Alami Pecah TengkorakSabtu E-SportSabtu Taklukan Alter Ego Liquid ID Gandeng EVOS Esports dan Dewa United Lolos Playoff MPL ID Season 17GuidesSabtu Menjaga Sportivitas: Mengapa Gim Seharusnya Tetap Menjadi Hiburan,....

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Dunia gim yang seharusnya menjadi wadah hiburan dan pertemanan berubah menjadi petaka bagi seorang siswa kelas satu SMP berinisial W (12) di Singkawang, Kalimantan Barat. Akibat emosi yang tidak terbendung setelah bermain gim bersama, W kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Aziz karena mengalami cedera kepala yang sangat serius.

Menurut penuturan ibu korban, Chinusha (38), akar permasalahan bermula dari ketidaksenangan pelaku atas hasil pertandingan gim yang mereka mainkan bersama. Pelaku diduga merasa tersinggung dan menyimpan dendam meskipun mereka sejatinya adalah teman baik.

"Pelaku marah karena merasa tersinggung oleh anak saya saat main. Sejak itu, dia sering mengajak berkelahi, tapi anak saya tidak pernah meladeni," ujar Chinusha kepada awak media, Jumat (22/5/2026).

Puncak dari aksi nekat tersebut terjadi pada Jumat (15/5/2026) di kawasan Jalan KS Tubun. Saat korban sedang berada di rumah seorang teman, pelaku datang membawa palu dan tanpa aba-aba langsung menyerang korban dengan benda tumpul tersebut. Serangan itu membuat W seketika tersungkur dan sempat mengalami kejang-kejang di lokasi kejadian.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa hantaman benda tumpul tersebut menyebabkan tempurung kepala W pecah. Dampaknya, korban mengalami gangguan saraf yang mengganggu kondisi fisik secara signifikan. Hingga saat ini, salah satu kaki korban dilaporkan belum dapat digerakkan secara normal.

Tim medis menyatakan bahwa W memerlukan penanganan jangka panjang, termasuk serangkaian operasi lanjutan, salah satunya untuk pemasangan kembali tempurung kepala.

Di tengah ujian berat ini, keluarga korban juga menghadapi tantangan finansial yang tidak ringan. Chinusha mengungkapkan bahwa mereka saat ini sangat mengandalkan bantuan BPJS Kesehatan untuk menutup biaya perawatan yang terus membengkak.

Kasus ini sendiri telah resmi dilaporkan oleh keluarga korban ke pihak kepolisian setempat untuk diproses lebih lanjut secara hukum. Meski demikian, Chinusha menekankan bahwa fokus utama keluarganya bukanlah sekadar menuntut balas, melainkan memastikan adanya tanggung jawab moral dan material dari pihak pelaku agar masa depan W dapat kembali tertata.

"Kami orang susah, perjalanan pengobatan W masih sangat panjang. Kami tidak dendam, kami hanya ingin ada tanggung jawab agar anak kami bisa sembuh dan sekolah lagi," pungkasnya dengan lirih.

Redaksi Indogamers.com sangat menyayangkan insiden ini. Kami mengimbau kepada seluruh Sobat Indogamers dan komunitas gim di Indonesia untuk selalu menjaga sportivitas dan menanamkan pemahaman bahwa gim hanyalah sebuah permainan. Emosi di dalam gim jangan pernah dibawa ke dunia nyata, apalagi sampai menimbulkan tindakan kekerasan yang merusak masa depan orang lain.

Mari kita terus jaga ekosistem gaming Indonesia agar tetap sehat, aman, dan menyenangkan bagi siapa saja.***