Selasa, 7 Juli 2026 Update 15:52 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Studio David Gaider Terancam Bangkrut, Game RPG Terbaru Alami Krisis Dana

Studio David Gaider Terancam Bangkrut, Game RPG Terbaru Alami Krisis Dana
Studio David Gaider Terancam Bangkrut, Game RPG Terbaru Alami Krisis Dana Studio David Gaider Terancam Bangkrut, Game RPG Terbaru Alami Krisis Dana Studio David Gaider Terancam Bangkrut, Game RPG Terbaru Alami Krisis Dana Studio David Gaider Terancam Bangkrut, Game RPG Terbaru Alami Krisis Dana

Penulis legendaris Dragon Age, David Gaider, ungkap nasib kritis Summerfall Studios yang terancam bubar jika gagal mendapat pendanaan untuk game RPG terbarunya.

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Penulis cerita legendaris di balik Baldur's Gate 2, Neverwinter Nights, dan seri Dragon Age, David Gaider, saat ini tengah menghadapi momen krusial yang menentukan hidup mati studionya, Summerfall Studios.

Proyek game RPG ambisius berikutnya yang sedang dikembangkan terancam batal rilis apabila studio independen tersebut gagal mengamankan suntikan dana dari pihak publisher (penerbit).

Krisis ini mencuat di tengah lesunya industri game global, bahkan setelah hak milik waralaba Dragon Age sendiri dikesampingkan oleh EA akibat performa seri The Veilguard yang mengecewakan pada tahun 2024 lalu, game pertama dalam seri tersebut yang ditulis tanpa keterlibatan Gaider.

Summerfall Studios yang didirikan oleh David Gaider dan Liam Esler sejak tahun 2017 sebenarnya telah meluncurkan beberapa proyek berskala kecil.

Pasca keluar dari BioWare, Gaider merilis Stray Gods: The Roleplaying Musical pada 2023 di bawah bendera Balor Games, disusul game roguelike deckbuilder berjudul Malys pada 2025 yang dirilis secara mandiri.

Meskipun kedua game tersebut meraih kesuksesan moderat untuk ukuran skala indie, Gaider kini membidik proyek yang jauh lebih besar dan berisiko tinggi.

Dalam wawancara terbaru bersama media PC Gamer, David Gaider membagikan secara mendalam mengenai konsep game RPG yang sedang digarap oleh Summerfall Studios agar para penggemar mendapatkan gambaran jelas.

"Anda memainkan sekelompok pencuri di sebuah kapal terbang yang berkeliling melakukan perampokan," ungkap David Gaider mengenai premis dasar ceritanya.

Ia juga menambahkan bahwa nada cerita game ini tidak akan sepenuhnya menjadi tayangan komedi murni.

"bukan komedi penuh, tapi sesuatu yang bisa membuat saya tersenyum." jelas Gaider menambahkan nuansa cerita di dalamnya.

Namun, kendala terbesar muncul saat Gaider secara blak-blakan menceritakan betapa sulitnya perjuangan studio untuk meyakinkan pihak penerbit agar bersedia mendanai game tersebut. Hingga saat ini, Summerfall baru menyelesaikan beberapa prototipe awal.

Sayangnya, para penerbit yang sempat menunjukkan ketertarikan justru mengajukan syarat berat, di mana mereka meminta game tersebut setidaknya harus sudah rampung 80% sebelum keputusan pendanaan resmi diambil.

Hal ini menciptakan situasi dilematis yang sangat berat bagi kapasitas finansial studio. Gaider bahkan menggambarkan perburuan dana ini sebagai situasi hidup atau mati yang bisa berujung pada penutupan total Summerfall Studios jika mereka gagal mendapatkan kesepakatan.

Krisis yang dialami oleh Summerfall Studios diakui Gaider merupakan dampak langsung dari fenomena penyusutan industri game global yang terjadi secara signifikan selama tiga tahun terakhir. Mengingat investasi pengembangan game saat ini sangat berisiko, para penerbit tidak ingin mengambil langkah spekulatif dan hanya mau mendanai proyek yang sudah terjamin aman serta pasti selesai.

Fenomena ini tidak hanya memukul studio kecil, karena studio pengembang seri besar seperti Life is Strange bahkan sudah memperingatkan bahwa dana mereka akan habis pada November 2026 dan sedang mencari bantuan darurat.

Jika skenario terburuk terjadi dan Summerfall terpaksa gulung tikar, Gaider mengaku tidak pasti ke mana ia akan melangkah selanjutnya mengingat pasar kerja saat ini sudah sangat jenuh setelah adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal ribuan karyawan di penerbit raksasa seperti Xbox dan Sony setiap tahunnya. Kendati demikian, ia mengisyaratkan kesiapannya untuk kembali masuk ke industri game skala besar (AAA) jika proyek RPG barunya ini gagal total.

Menariknya, saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya kembali ke pangkuan BioWare untuk menyelamatkan Dragon Age, yang saat ini sedang ditinggalkan karena BioWare beralih fokus ke Mass Effect setelah diterpa badai PHK internal, respons Gaider mulai melunak. Ia mengaku siap menerima tantangan tersebut dan sudah memiliki rencana matang jika dipercaya kembali memegang waralaba tersebut.

"Membawanya kembali ke dasar, pergi ke tempat yang gelap dan berbahaya dengan itu, dan melakukan hal-hal yang akan membuat orang kesal." tegas Gaider mengenai arah perubahan radikal yang ingin ia bawa untuk masa depan seri Dragon Age.

Untuk saat ini, fokus utama para penggemar adalah berharap agar proyek RPG perampokan milik Summerfall Studios bisa segera mengamankan pendanaan, sehingga publik dapat melihat langsung kualitas narasi khas Gaider sebelum ia memutuskan untuk kembali menakhodai game cult-classic di masa depan.***