Indogamers.com - Dunia industri game global kembali diguncang kabar ironis yang bikin geleng-geleng kepala. Game first-person shooter andalan EA, Battlefield 6, memang sukses merajai pasar dan mencetak rekor penjualan yang luar biasa sepanjang tahun lalu. Namun sayangnya, keberhasilan ini menyisakan cerita pahit bagi para developer di balik layar yang justru harus rela terdepak dari tim.
Berdasarkan berkas SEC (Securities and Exchange Commission) terbaru yang bocor ke publik, CEO Electronic Arts (EA), Andrew Wilson, dilaporkan menerima total kompensasi bernilai fantastis untuk tahun fiskal 2026. Angka tersebut melonjak drastis berkat performa gemilang dari peluncuran live server Battlefield 6.
Battlefield 6 berhasil menobatkan diri sebagai game paling laris sepanjang tahun 2025, bahkan sukses melibas kompetitor beratnya seperti Call of Duty: Black Ops 7 dan NBA 2K26. Bayangkan saja, game perang ini mampu terjual lebih dari 7 juta kopi hanya dalam kurun waktu tiga hari setelah log in pertama kali dibuka secara global, sekaligus merajai grafik penjualan di platform PC dan Xbox.
Namun, kejayaan itu langsung sirna bagi para pekerja kreatifnya. Hanya berselang lima bulan setelah merayakan peluncuran paling sukses dalam sejarah franchise ini, EA secara mengejutkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) alias layoff massal pada Maret 2026 kemarin. Sejumlah karyawan dari seluruh tim pengembangan Battlefield terpaksa didepak dengan dalih penyelarasan internal perusahaan demi memenuhi apa yang paling diinginkan oleh komunitas.
Meskipun tim yang meracik game tersebut baru saja dikurangi, berkas finansial EA menunjukkan hal yang sebaliknya bagi sang bos besar. Andrew Wilson mengantongi total kompensasi mencapai USD 38.649.984 (atau sekitar Rp614 miliar jika dikonversikan).
Angka ini menandakan adanya kenaikan bonus sekitar USD 8 juta (setara Rp127 miliar) dari total pendapatan tahun sebelumnya. Dokumen resmi tersebut secara gamblang mengkreditkan kesuksesan finansial Battlefield 6 sebagai pemicu utama di balik meroketnya pendapatan sang CEO.
"Peluncuran game yang berkualitas tinggi ini didukung oleh ulasan kritis yang positif serta layanan gameplay dan server yang stabil. Keberhasilan peluncuran yang sangat sukses ini telah membantu manajemen perusahaan untuk tetap bertahan dan tangguh di tengah lingkungan eksternal yang tidak terprediksi."
Langkah bisnis EA ini juga menyusul aksi korporasi besar tahun lalu, di mana EA resmi diakuisisi penuh 100% oleh konsorsium investor swasta senilai USD 55 miliar yang melibatkan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners.
Di luar polemik internal manajemen, Battlefield 6 sendiri tampaknya belum ada tanda-tanda bakal kehilangan bensin. Konten baru terus dipersiapkan untuk memanjakan para player. Salah satu yang paling dinanti adalah kolaborasi epik dengan Top Gun yang siap meluncur pada Season 4 bulan Agustus mendatang, lengkap dengan dua jet tempur baru dan skin karakter orisinal yang diisi oleh pengisi suara aslinya.
Terkait keluhan serta dinamika performa game yang sempat naik-turun dalam beberapa bulan terakhir, pihak studio memastikan bahwa suara komunitas adalah prioritas utama mereka agar game ini tidak ditinggalkan player atau berakhir dead game.
"Saya berharap roadmap yang kami bagikan menunjukkan bahwa kami mendengarkan, bahwa kami sedang bekerja keras menuju tujuan yang ditetapkan oleh komunitas untuk kami. Tetapi di saat yang sama, kami juga bergerak secara responsif karena skala Battlefield ini sangat besar," ujar Ariel Giovannetti selaku Seasonal and Competitive Creative Lead di Motive, Battlefield Studios. "...tujuan kami adalah merangkul para fans, merangkul para pemain aktif kami saat ini, dan menunjukkan bahwa kami peduli."
Bagaimana tanggapan kalian para gamers mengenai fenomena naik gaji sang CEO di tengah badai layoff industri game ini? Apakah update Season 4 nanti bakal sebanding dengan pengorbanan para developernya?