Jumat, 26 Juni 2026 Update 13:07 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Waduh! Bungie Resmi PHK Massal Lagi, Mayoritas Tim Destiny 2 Ikut Kena Depak!

Waduh! Bungie Resmi PHK Massal Lagi, Mayoritas Tim Destiny 2 Ikut Kena Depak!
Waduh! Bungie Resmi PHK Massal Lagi, Mayoritas Tim Destiny 2 Ikut Kena Depak! Waduh! Bungie Resmi PHK Massal Lagi, Mayoritas Tim Destiny 2 Ikut Kena Depak! Waduh! Bungie Resmi PHK Massal Lagi, Mayoritas Tim Destiny 2 Ikut Kena Depak! Waduh! Bungie Resmi PHK Massal Lagi, Mayoritas Tim Destiny 2 Ikut Kena Depak! Waduh! Bungie Resmi PHK Massal Lagi, Mayoritas Tim Destiny 2 Ikut Kena Depak! Waduh! Bungie Resmi PHK Massal Lagi, Mayoritas Tim Destiny 2 Ikut Kena Depak!

Rivalitas Berkelas! Warframe Rilis Misi Spesial dan Gelar "Honoria" Gratis untuk Hormati Akhir Perjalanan Destiny 2Bakal Jadi Calon Mahakarya, Ini 5 Game RPG 2026 yang Siap Bikin Kamu Auto Jatuh Cinta!Bukan Game Multiplayer? Rockstar Konfirmasi GTA 6 Fokus Jad...

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Industri game lagi-lagi dihebohkan dengan kabar kurang sedap, Sobat Gamers. Developer di balik game legendaris Destiny, Bungie, baru saja mengumumkan badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) alias layoffs besar-besaran yang melanda studio mereka. Setelah sempat merilis update konten live-service terakhir bertajuk The Moment of Triumph untuk Destiny 2 pada awal Juni 2026 ini, nasib para developer di balik layar justru berakhir pilu.

Biar nggak ketinggalan detailnya, berikut adalah 5 fakta penting terkait badai PHK yang sedang mengguncang Bungie:

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis melalui media sosial, jajaran manajemen Bungie secara blak-blakan mengakui bahwa performa finansial game andalan mereka tidak sesuai dengan target dalam beberapa tahun terakhir.

"Sebagai pemimpin Bungie, baik di masa lalu maupun sekarang, kami menyadari bahwa Destiny 2 gagal memenuhi ekspektasi selama beberapa tahun terakhir ini," tulis pihak Bungie penuh penyesalan. Mereka juga menambahkan, "Menyusul update konten terakhir kami untuk Destiny 2, dan dengan proyek masa depan kami yang masih dalam tahap inkubasi awal, sayangnya kami tidak dapat terus beroperasi dengan ukuran perusahaan kami yang sebelumnya."

Kabar ini menjadi pukulan telak bagi para kreator yang sudah membangun semesta Destiny selama hampir satu dekade. CEO Studio Business Group Sony Interactive Entertainment (SIE), Hermen Hulst, mengonfirmasi lewat memo internal bahwa pengurangan tenaga kerja kali ini berskala sangat besar dan memangkas habis tim utama Destiny. Tidak hanya itu, beberapa staf dari tim game Marathon serta tim support dari SIE yang membantu operasional Bungie juga ikut terkena dampaknya.

Hermen Hulst menjelaskan bahwa keputusan pahit ini diambil setelah melalui proses diskusi yang sangat panjang antara pihak Sony dan manajemen Bungie demi menyesuaikan prioritas jangka panjang studio.

"Ini adalah kabar yang menyakitkan, terutama bagi para kolega berbakat yang perannya harus dihilangkan. Keputusan ini diambil hanya setelah diskusi mendalam dan pertimbangan yang cermat... Kami mengeksplorasi beberapa alternatif sebelum menyimpulkan bahwa pengurangan ini diperlukan untuk menyelaraskan sumber daya studio dengan prioritas saat ini dan tujuan jangka panjangnya," ungkap Hulst.

Dengan dipangkasnya tim Destiny 2, fokus Bungie kini beralih sepenuhnya untuk mengamankan game extraction shooter terbaru mereka, Marathon, yang baru saja merilis Season 2. Pihak Sony menegaskan bahwa Marathon tetap menjadi portofolio yang sangat penting, dan sisa tim yang ada akan difokuskan untuk mendukung game tersebut sembari menginkubasi ide-ide proyek baru yang masih sangat rahasia.

Seiring dengan restrukturisasi besar-besaran dan pemotongan staf yang kabarnya mencapai hingga 50% dari total karyawan ini, beredar laporan kuat dari jurnalis Bloomberg, Jason Schreier, bahwa Studio Head Bungie, Justin Truman, juga memutuskan untuk turun dari jabatannya. Situasi ini menandakan adanya perombakan struktural total di dalam tubuh studio pasca diakuisisi Sony senilai $3,6 miliar pada tahun 2022 lalu.

Badai PHK massal yang melanda Bungie menjadi titik balik yang mengharukan sekaligus krusial bagi masa depan studio tersebut. Kegagalan finansial Destiny 2 dalam memenuhi ekspektasi selama beberapa tahun terakhir, yang berujung pada berakhirnya pembaruan konten live-service game tersebut, memaksa Bungie dan Sony mengambil langkah restrukturisasi yang sangat drastis.

Dengan dipangkas habisnya sebagian besar tim inti Destiny 2 serta mundurnya jajaran pimpinan seperti Studio Head Justin Truman, Bungie kini resmi menutup babak lama mereka. Fokus dan harapan masa depan studio ini sekarang sepenuhnya digeser untuk mendukung game extraction shooter terbaru mereka, Marathon, serta menginkubasi proyek-proyek baru yang masih dalam tahap awal pengembangan.***